Kamis, 08 April 2010

Osmoregulasi Ikan

OSMOREGULASI


Yang dimaksud dengan osmoregulasi adalah proses pengatur konsentarsi cairan dan menyeimbangkan pemasukan serta pengeluaran cairan tubuh oleh sel atau organisme hidup. Sedangkan pengertian Osmoregulasi bagi ikan adalah
Pengaturan tekanan osmotik cairan tubuh yang layak bagi kehidupan ikan, sehingga proses-proses fisiologis tubuhnya berfungsi normal (Homeostatis).

OSEMOREGULASI PADA IKAN AIR TAWAR

Ikan-ikan yang hidup di air tawar mempunyai cairan tubuh yang bersifat hiperosmotik terhadap lingkungan, sehingga air cenderung masuk ketubuhnya secara difusi melalui permukaan tubuh yang semipermiable. Bila hal ini tidak dikendalikan atau diimbangi, maka akan menyebabkan hilangnya garam-garam tubuh dan mengencernya cairan tubuh, sehingga cairan tubuh tidak dapat menyokong fungsi-fungsi fisiologis secara normal.

Ginjal akan memompa keluar kelebihan air tersebut sebagai air seni. Ginjal mempunyai glomeruli dalamjumlah banyak dengan diameter besar. Ini dimaksudkan untuk lebih dapat menahan garam-garam tubuh agar tidak keluar dan sekaligus memompa air seni sebanyak-banyaknya.

Ketika cairan dari badan malpighi memasuki tubuli ginjal, glukosa akan diserap kembali pada tubuli proximallis dan garam-garam diserap kembali pada tubuli distal. Dinding tubuli ginjal bersifat impermiable (kedapair, tidak dapat ditembus oleh air).
Air seniyang dikeluarkan ikan sangat encer dan mengandun g sejumlah kecil senyawa nitrogen, seperti:
• Asam urat
• Creatine
• Creatinine
• Amonia.


Meskipun air seni mengandung sedikit garam, keluarnya air yang berlimpah menyebabkan jumlah kehilangan garam yang cukup besar. Garam-garam juga hilang karena difusi dari tubuh. Kehilan an garam ini diimbangi dengan garam-garam yang terdapat pada makanan dan penyerapan aktif melalui insang.
Pada golongan ikan Teleosteiter dapat gelembung air seni(urinary bladder) untuk menampung air seni. Disini dilakukan penyerapan kembali terhadap ion-ion. Dinding gelembung air seni bersifat impermiable terhadap air.



OSMOREGULASI PADA IKAN AIR LAUT

Ikan laut hidup pada lingkungan yang hipertonik terhadap jaringan dan cairan tubuhnya, sehingga cenderung kehilangan air melalui kulit dan insang, dan kemasukan garam-garam.
Untuk mengatasi kehilangan air, ikan ‘minum’air laut sebanyak-banyaknya. Dengan demikian berarti pula kandungan garam akan meningkat dalam cairan tubuh. Padahal dehidrasi dicegah dengan proses ini dan kelebihan garam harus dihilangkan.
Karena ikan laut dipaksa oleh kondisi osmotik untuk mempertahankan air, volume air seni lebih sedikit dibandingkan dengan ikan air tawar. Tubuli ginjal mampu berfungsi sebagai penahan air. Jumlah glomeruli ikan laut cenderung lebih sedikit dan bentuknya lebih kecil dari pada ikan air tawar
Kira-kira 90% hasil buangan nitrogen yang dapat disingkirkan melalui insang, sebagian besar berupa amonia dan sejumlah kecil urea. Meskipun demikian, air seni masih mengandung sedikit senyawa tersebut. Air seni Osteichthyes mengandung:
• Creatine
• Creatinine
• Senyawa nitrogen
• Trimetilaminoksida(TMAO)


OSMOREGULASI PADA IKAN ELASMOBRANCHII

Cairan tubuh ikan Elasmobranchii umumnya mempunyai tekanan osmotik yang lebih besar daripada lingkungannya karena disebabkan kandungan urea dan TMAO yang tinggi di dalam tubuhnya (bukan karena garam-garam).
Karena cairan tubuhnya yang hiperosmotik terhadap lingkungannya, golongan ikan ini cenderung menerima air melalui difusi, terutama melalui insang. Untuk mempertahankan tekanan osmotiknya, kelebihan air ini dikeluarkan sebagai air seni.
Penyerapan kembali terhadap urea di dalam tubuli ginjal juga merupakan upaya dalam mempertahankan tekanan osmotik tubuhnya. Permukaan tubuhnya yang relatif bersifat impermiable mencegah masuknya air dari lingkungan ke dalam tubuhnya.

Hewan-hewan osmoregulators:
• Vertebrata laut:
Ikan tulang keras: Konsentrasi larutan dalam tubuh 1:3 dengan
yang ada di lingkungan →mencegah kehilangan air tubuh dan
mencegah diffusi garam dari lingkungannya →minum, osmosis
melalui insang, ekskresi garam melalui sel-sel khusus pada insang

Ikan tulang rawan: konsentrasi larutan dalam tubuh > dengan
yang ada di lingkungan →air masuk ke dalam tubuh melalui
osmosis →diekskresikan


• Ikan air tawar:
Konsentrasi larutan dalam tubuh > dengan yang ada di lingkungan
→mencegah masuknya air dan kehilangan garam →tidak minum,
kulit diliputi mucus, osmosis melalui insang, produksi urin encer,
pompa garam melalui sel-sel khusus pada insang.







DAFTAR PUSTAKA
Hegner, R.W. 1933. Invertebrate zoology. The macmillan company, New York:570pp
Juwana Sri, Rumimohtarto Kasijan. 2007. Biologi Laut. Djambatan: Jakarta

0 komentar:

Poskan Komentar